Batik – Pemahaman, Asal Permintaan Dan Motif Batik Seluruh Indonesia


Batik ialah salah satu warisan agung leluhur asli dari kebudayaan Indonesia. Tak heran kalau pada jadinya, tubuh PBB untuk bidang pendidikan, keilmuan, dan kebudayaan atau yang kita kenal dengan sebutan UNESCO mengukuhkan batik sebagai warisan kemanusiaan. Batik digolongkan sebagai budaya ekspresi dan non-bendawi pada tanggal 2 Oktober 2009.





Menariknya, batik yang dimiliki oleh Indonesia sungguh bermacam-macam. Bahkan, setiap kawasan mempunyai ciri khas motif batik dengan berbagai latar belakang sendiri-sendiri. Setiap tabrakan motif dari batik tersebut juga mempunyai simbol dan filosofi tertentu.





Bahkan untuk merayakan diakuinya batik sebagai budaya orisinil Indonesia, nyaris seluruh masyarakat di Indonesia secara sengaja akan mengenakan batik di hari tertentu. Baik itu instansi pemerintahan, swasta, sampai sekolah.  





Dengan kata lain, ketika ini batik bukan hanya menjadi pakaian formal untuk menghadiri permintaan, rapat, atau momen resmi, serta program kebudayaan. Namun batik telah berkembang menjadi menjadi kain dan busana yang mampu dikenakan di aneka macam potensi . Bisa dibilang pula, batik telah bukan menjadi pakaian khusus orang bau tanah dikarenakan telah digunakan oleh segala usia.






Pengertian Batik





Menurut pengertiannya, batik yaitu kain bergambar yang dibuat secara khusus dengan cara ditulis atau menerakan malam dengan canting. Kemudian, kain tersebut dimasak dan diproses dengan cara tertentu yang cenderung memakai cara-cara tradisional.





Ada pula usulan lain perihal definisi batik, yakni kain bergambar yang dibuat khusus denagn cara menuliskan lilin pada kain mori atau kain tenun berwarna putik, selanjutnya diolah dengan proses tertentu sehingga menjadi busana bernilai guna tinggi.





Sedangkan berdasarkan terminologi dan etimologi, perumpamaan batik berasal dari bahasa Jawa, yakni “mbat” yang mempunyai arti melempar dan “titik”. Sehingga bila digabungkan arti kata batik yakni melempar titik berkali-kali pada kain. Dari arti tersebut bisa dijabarkan menjadi seni dalam menghias kain dengan epilog lilin untuk membentuk corak hiasan tertentu serta membentuk bidang pewarnaan.





Pengertian Batik Menurut Para Ahli





Definisi batik pun dijabarkan oleh para mahir, antara lain:





1. Santosa Doellah





Menurut Santosa Doellah, pemahaman batik yakni sehelai kain yang dibuat secara tradisional dan khususnya juga digunakan dalam matra tradisional dengan bermacam-macam corak hias dan pola tertentu, dimana pembuatannya menggunakan teknik celup rintang dengan lilin selaku bahan perintang warna.





Santosa Doellah juga menjabarkan lebih lanjut bahwa sebuah kain mampu disebut batik jikalau memiliki dua bagian pokok, antara lain:





  • Dibuat dengan teknik celup rintang memakai lilin selaku perintang warna
  • Mempunyai pola khas batik yang bermacam-macam




2. Irwan Tirta





Iwan Tirta mendefiniskan batik selaku sebuah teknik mempercantik kain atau tekstil dengan mempergunakan lilin dalam proses pencelupan warna, dimana seluruh proses tersebut dilakukan memakai tangan.





3. Afif Syakur





Pengertian batik berdasarkan Affif Syakur ialah serentang warna mencakup porses pemalaman lilin, pencelupan atau pewarnaan dan pelorotan atau pemanasan sehingga menghasilkan motif halus, dimana semua proses tersebut dilakukan dengan sangat teliti.





Asal Usul Batik





Nama batik mempunyai banyak makna, salah satunya diartikan selaku menitik atau menetes. Pernyataan ini diungkap oleh W. Kertscher melalui buku yang ditulisnya berjudul Perindustrian Batik di Pulau Djawa.





Tidak cuma itu, S. Koperberg juga sempat mengungkap dalam sebuah buku berjudul De Javansche Batik Industrie, masyarakat Jawa yakin batik berasal dari kata kerja membatik atau membuat titik-titik.





batik tradisional




Dengan demikian, batik bukanlah sekadar kain atau pakaian tertentu, tapi proses membuat sebuah motif dengan berbekal suatu alat berjulukan canting yang dilengkapi lilin atau malam.





Proses membatik telah dikerjakan semenjak zaman Kerajaan Hindu-Buddha selaku motif khas budbahasa Jawa. Hal ini terbukti dari adanya goresan candi peninggalan kerajaan-kerajaan tersebut yang memperlihatkan motif batik tertentu. Fakta ini diungkap oleh G.F. Rouffer lewat tulisannya dalam buku De Batikkunst in Nederlandsch-Indie en Haar Geschiedenis.





Selain itu, sejarah mencatat bahwa kemajuan batik di Indonesia sangat bersahabat kaitannya dengan penyebaran agama Islam di abad Kerajaan Majapahit. Saat itu, kesenian batik mulai dikenal secara luas, khususnya di Jawa pada tamat era ke-18 dan permulaan kurun ke-19.





Teknik batik yang sangat unik dikenali telah ada lebih dari 1000 tahun silam. Kemungkinan, cara membatik ini berasal dari Mesir Kuno atau Sumeria yang berikutnya meluas di beberapa negara di Afrika Barat, meliputi Mali, Kamerun, dan Nigeria. Sementara di Asia mulai meluas di India, Bangladesh, Sri Lanka, Thailand, Malaysia, Iran, dan Indonesia.





Awal masa keemasan batik dimulai pada permulaan periode ke-19 yang saat itu cuma dibentuk terbatas untuk keluarga atau kelompok keraton. Motif batik yang dikenakan pun menggambarkan arti, sejarah, dan kisah tertentu yang tidak dibuat asal-asalan. Meski demikian, ada pula motif dengan makna sakral dan tidak bisa digunakan oleh sembarang orang.





Seiring berjalannya waktu, batik mulai diketahui oleh penduduk di luar keraton. Masyarakat kelas bawah pada balasannya mendapat izin untuk ikut mengenakan batik. Namun, batik tersebut harus dipakai dengan norma dan pakem motif tertentu. Ada beberapa motif khusus yang hanya boleh dikenakan oleh raja dan abdi dalem saja sehingga rakyat jelata tidak diizinkan untuk mengenakannya.





Berbekal adanya keleluasaan ini, para pembatik pun karenanya menciptakan banyak motif, corak, warna, dan desain batik yang bisa digunakan oleh penduduk luas. Sampai saat ini, para pengrajin batik hingga desainer profesional juga masih menciptakan motif-motif batik gres dengan sentuhan kekinian yang dikombinasi dengan teknik tradisional.





Jenis Motif Batik Asli Indonesia





Tak sedikit masyarakat Indonesia yang masih gundah memilih batik untuk dikenakan sehari-hari. Sebab motif batik asli Indonesia sangat bermacam-macam dan ada beberapa diantaranya tidak mampu digunakan secara asal pilih.









Lantas, motif batik mirip apa yang mudah dipadupadankan dan bisa digunakan untuk aneka macam potensi ? Berikut ini adalah beberapa ragam jenis batik paling populer dan cocok untuk dikenakan di berbagai momen.





1. Batik Mega Mendung





Mega Mendung yakni salah satu jenis batik yang paling populer di Cirebon, Jawa Barat. Motif batik ini identik dengan pola seperti bentuk awan yang mempunyai makna dan filosofi mendalam. Arti dari motif batik mega mendung salah satunya adalah nilai ketekunan yang harus ada di dalam diri manusia.





Mega Mendung memiliki tujuh gradasi warna yang menjadi pelapisnya. Nama mega mendung berasal dari kata mega yang bermakna awan atau langit, sedangkan mendung ialah langit yang meredup jelang turunnya hujan.





Nah, gradasi warna yang ada pada motif batik Mega Mendung inilah yang disebut-sebut sesuai dengan tujuh lapisan langit. Selain itu, perumpamaan mendung juga bisa diartikan selaku sifat yang sabar atau tidak gampang marah dalam kehidupan manusia.





2. Batik Sogan





Motif batik Sogan berasal dari Solo dan Yogyakarta dengan ciri khas berwarna cokelat muda beraksen bunga serta titik-titik. Selain itu, ada pula lengkungan dan garis di dalam motif batik yang menjadi favorit Presiden RI, Joko Widodo ini.





Sogan ternyata telah ada sejak zaman nenek moyang dan biasa dipakai oleh raja-raja di keraton atau kesultanan. Sogan cukup populer karena mempunyai warna yang elegan, adalah variasi hitam dan cokelat.





Meskipun ketika ini motif dan warna batik makin bermacam-macam, tetapi batik sogan tetap menjadi batik khas Indonesia yang diincar para fashionista di Asia dan seluruh daratan Eropa.





3. Batik Tujuh Rupa





Salah satu daerah di Indonesia yang populer sebagai tempat pengrajin dan pusat batik yakni Pekalongan, Jawa Tengah. Sehingga tidak heran kalau di kota ini kita akan mendapatkan aneka macam motif batik yang berkelas. Selain itu, batik Pekalongan diketahui selaku motif batik pesisir yang kaya warna.





Batik Pekalongan memiliki ciri khas yang didominasi oleh motif berkembang-tanaman dan juga hewan. Bukan hanya bermotif bunga yang cerah, batik Pekalongan juga memiliki motif garis dan titik yang memesona.





Batik Pekalongan menggambarkan ciri kehidupan penduduk pesisir yang mudah beradaptasi dengan pengaruh budaya luar sehingga terlihat makin variatif. Jika dilihat dari segi filosofinya, para pengrajin batik Pekalongan telah menempatkan dekorasi keramik Tiongkok selaku penunjukakulturasi ikatan budaya leluhur yang dalam lukisannya mempunyai kelembutan sekaligus kefasihan.





4. Batik Kartini





Tidak hanya diketahui sebagai daerah penghasil gesekan kayu, ternyata Jepara juga memiliki ciri khas lain, yakni motif batik kartini. Adapun dua motif yang paling terkenal yaitu motif lama dan motif gres.





Motif batik Jepara mempunyai beberapa karakteristik yang cukup mencolok, mirip lung berwarna hitam hingga tumbuhan fauna yang berupa daun ulir hijau atau gajah berwarna cokelat. Sementara untuk model motif batik baru, Jepara telah melakukan penemuan mirip batik tenun hingga batik tulis yang ketika ini dikenal sebagai batik Kartini.





5. Batik Betawi





Ternyata motif batik terkenal bukan cuma berasal dari daerah Jawa Tengah, ada pula batik khas Jakarta dengan motif yang disenangi oleh para kolektor batik nusantara, ialah batik Betawi. Motif batik betawi umumnya menonjolkan warna cerah dan menampilkan nilai budaya penduduk Betawi.





Ada beberapa gambar motif yang cukup lebih banyak didominasi pada kain batik ini, seperti ondel-ondel, Sungai Ciliwung, Monas, sampai Peta Ceila. Umumnya, motif batik Betawi ini dikenakan pada acara-program bergengsi, mirip acara kenegaraan ataupun perhelatan Abang None Jakarta.





6. Batik Asmat





Meskipun identik dengan warisan budaya Jawa, nyatanya bab timur Indonesia juga mempunyai jenis batik yang tak kalah menawan. Salah satunya yaitu provinsi Papua yang dikenal dengan motif batik Asmat.





Batik Asmat dikenal dengan motif berwarna terakota atau warna yang sedikit kecokelatan layaknya tanah. Motif batik ini lazimnya didominasi oleh corak gesekan yang unik khas Suku Asmat, Papua. Contoh motifnya berupa gesekan patung yang menjadi keunikan suku asli penghuni Bumi Cenderawasih tersebut.





7. Batik Kamoro





Motif batik yang tak kalah unik berikutnya yaitu batik Kamoro yang berasal dari Papua. Motif ini mempunyai gambar berupa patung yang bangun sambil membawa sebilah tombak. Warna-warna yang ditampilkan pada motif Suku Kamoro cenderung cerah dan berani, mirip hijau dan biru, merah dan merah muda, atau kuning dan hitam.





Motif batik Kamoro juga dipengaruhi oleh banyak kebudayaan, mirip budaya dari Suku Kamoro dan pengaruh batik Jawa yang dibawa oleh para pengrajin batik asal Pulau Jawa. Penggunaan batik Kamoro tak hanya digunakan untuk pakaian, namun juga gaun sampai bed cover.





8. Batik Cenderawasih





Selain batik Asmat dan Kamoro, Papua juga memiliki batik bermotif lain, yakni Cenderawasih. Salah satu ciri khas dari motif batik ini yakni penggunaan warna-warn cerah dan mencolok, mulai dari merah, hijau, sampai kuning keemasan. Motif batik yang tergolong kekinian ini begitu terkenal alasannya burung cenderawasih merupakan ikon dari Papua.





Sesuai dengan namanya, batik ini terinspirasi dari burung cenderawasih yang mempunyai bulu dan ekor mempesona. Tak heran, jikalau kita mengenakan batik bermotif burung cenderawasih ini, maka akan tampak kian gagah dan terkesan tegas sekaligus manis.





Itulah sebabnya, motif batik Cenderawasih sering dijadikan sarimbit atau seragam batik bareng pasangan dan keluarga.





9. Batik Prada





Papua juga memiliki jenis batik dengan keindahan dan harga yang terkenal mahal, ialah batik Prada. Motif ini hampir mirip batik Cenderawasih, tapi pada batik Prada terdapat sentuhan garis emas yang memesona di tiap motifnya.





Selain memakai bahan kain sutera yang halus, penduduk Papua juga kerap menggunakan materi kain shantung. Sekilas, kain shantung ini seperti mirip bahan kain tisu, katun, dan sutera.





10. Batik Pring Sedapur





Batik Pring Sedapur pertama kali dibuat di Desa Sidomukti, Magetan, Jawa Timur. Istilah Pring Sedapur berasal dari Bahasa Jawa, ialah pring mempunyai arti bambu dan sedapur bermakna serumpun. \





Jadi jangan heran, jika kain batik motif ini menggambarkan flora bambu dengan warna-warna cerah dengan nilai filosofi hidup rukun dan nyaman.





11. Batik Sido Asih





Motif batik Sido Asih berasal dari Solo, Jawa Tengah ini dapat ialah salah satu jenis batik keraton yang paling disenangi oleh penduduk . Menurut kebudayaan Jawa, batik Sido Asih umumnya dikenakan pada acara ijab kabul, khususnya ketika malam pengantin.





Masyarakat Solo yakin bahwa motif batik ini mengandung filosofi kepada kedua pengantin dalam melakukan bahtera rumah tangga. Filosofi ini berupa keinginan akan tumbuhnya cinta, kasih sayang, dan romantisme di antara mereka berdua. Namun, motif batik Sido Asih harganya termasuk relatif mahal sebab pembuatan sukar dengan mutu di atas rata-rata.





12. Batik Priangan





Priangan ialah motif batik yang berasal dari Tasikmalaya, Jawa Barat. Motif ini sangat diminati oleh para pria sebab coraknya rapi dan menawarkan kesan kalem sekaligus berwibawa. Meski demikian, para kaum hawa juga mampu memakai motif batik ini sebagai bawahan yang tak kalah mempesona.





Batik Priangan memiliki warna-warna cerah, mirip merah, biru muda, dan hijau muda. Di samping itu, motif batik ini juga kerap menggambarkan lingkungan alam Jawa Barat, mulai dari bentuk daun, bunga, hingga burung-burung yang elok.





13. Batik Parang Kusumo





Kota Solo dikenal dengan kesenian batik bermotif klasik, salah satunya yakni motif Parang Kusumo. Batik ini memiliki ragam hias utama yang nyaris serupa dengan ombak di lautan yang senantiasa menghantam tebing dan karang tanpa kenal letih.





Sesuai dengan analogi tersebut, motif batik Parang Kusumo memiliki makna yang cukup mendalam, adalah sebuah kehidupan harus dilandasi dengan perjuangan dan juga usaha. Perjuangan secara konkret diperlukan dalam rangka untuk mencapai kepuasan lahir dan batin. Tentunya, perjuangan ini dijalankan tanpa meninggalkan norma yang berlaku dan budpekerti. 





14. Batik Gentongan





Seperti halnya batik pesisir pada umumnya, motif batik Gentongan mempunyai warna cerah yang menampilkan kesan ceria bagi para penggunanya. Umumnya, batik Gentongan sengaja dibentuk dengan cuma satu motif saja.





Untuk proses pewarnaannya pun cukup sederhana, yaitu kain dicelupkan ke dalam gentong dan motifnya digambar langsung pada kain tersebut. Menariknya, teknik ini justru menciptakan warna kain tidak akan pudar dalam rentang waktu bertahun-tahun.





15. Batik Kawung





Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, batik asli Indonesia sudah sejak berabad-kurun lalu. Salah satu motif batik tertua di Indonesia yaitu batik Kawung. Sesuai dengan namanya, motif ini terinspirasi dari bentuk buah kawung atau yang lebih sering diketahui dengan buah aren.





Motif batik Kawung cukup unik alasannya memiliki bentuk empat oval yang di tengahnya mirip salib. Jika ditelaah lebih dalam, keseluruhan gambar batik memiliki arti merujuk pada sumber energi universal.





Batik Kawung menjadi salah satu jenis batik nusantara yang cuma boleh dikenakan oleh golongan kerajaan. Biasanya, motif batik ini mampu didapatkan pada sarung raja ataupun permaisuri. Namun seiring perkembangan zaman, batik Kawung kesannya hadir dalam berbagai bentuk desain dan model, seperti rok ataupun gaun.





16. Batik Sidomukti





Motif batik Sidomukti berasal dari Magetan, Jawa Timur dengan ciri warna-warna terang dan jauh dari kesan antik. Salah satu ciri khasnya adalah gambar bambu dan kembang-kembang yang anggun, namun sederhana.





Dulu motif batik Sidomukti hanya dipakai untuk upacara adat ataupun program-acara resmi. Bahkan, rakyat jelata tidak diperbolehkan mengenakannya alasannya cuma raja dan keluarga kerajaan yang boleh mengenakan motif batik Sidomukti ini. Namun, ketika ini peraturan tersebut sudah dicabut sehingga masyarakat mampu mengenakan batik Sidomukti dengan bebas.





17. Batik Sidoluhur





Motif batik ini lazimnya dikenakan oleh para pengantin perempuan sehari sebelum melangsungkan komitmen pernikahan. Motif batik Sidoluhur memiliki alur gambar ibarat ketupat.





Gambar pada kain tersebut mempunyai makna bahwa semua orang yang mengenakannya bisa meraih kedudukan tertinggi dan menjadi panutan bagi lingkungan sekitarnya.





18. Batik Ceplok





Motif batik yang terdengar unik ini mampu pribadi diketahui dari bentuk alur geometrisnya. Pada dasarnya, gambar batik yang kerap dihadirkan yakni bentuk suatu pengulangan.





Namun, motif batik ceplok menjadi salah satu yang paling populer dan digunakan di berbagai acara fashion item, mencakup gaun, baju, rok, hingga kemeja batik laki-laki.





19. Batik Sekar Jagad





Batik Sekar Jagad adalah salah satu jenis batik tradisional yang berasal dari dua daerah di Jawa Tengah, ialah Solo dan Yogyakarta. Seperti namanya, Sekar Jagad bermakna keindahan yang mampu menciptakan siapapun terpesona.





Kar dalam Bahasa Belanda bermakna peta dan jagad dalam Bahasa Jawa mempunyai arti dunia. Dengan demikian, motif ini melambangkan ihwal keberagaman, baik di Indonesia maupun di seluruh dunia. Tak sedikit pula yang menyebut bahwa, motif batik Sekar Jagad ialah peta dunia alasannya adalah bentuknya seperti mirip pulau-pulau.





20. Batik Malang





Sesuai dengan namanya, batik ini berasal dari Malang yang umumnya hadir dengan contoh atau simbol khas Kota Malang. Oleh sebab itu, motif batik ini mengusung warna cerah dan kontemporer.





Umumnya, batik Malang dihadirkan dengan warna yang bermacam-macam, seperti warna dasar hijau atau biru yang lalu ditimpa dengan warna putih. Setelah itu, kedua warna tersebut akan ditimpa lagi dengan warna merah ataupun kuning. Sangat mempesona bukan?





21. Batik Semen





Batik Semen dikenal dengan tiga ornamen pokok yang ditampilkan dalam setiap sentuhan kainnya. Pertama yaitu ornamen daratan, seperti hewan berkaki empat dan aneka jenis tumbuh-flora.





Kedua yakni gambar batik atau ornamen yang ada kaitannya dengan udara, seperti burung, mega mendung, sampai kegagahan garuda. Sedangkan ornamen ketiga selalu berhubungan dengan air dan bahari, mirip katak, ikan, ataupun ular.





22. Batik Garutan





Salah satu jenis batik tertua nusantara lainnya yakni batik Garutan. Motif ini sudah berkembang sebelum kemerdekaan Indonesia. Batik garutan memiliki kesan sederhana dan minimalis dengan perpaduan warna-warna cerah.





Secara filosofis, warna-warna ini mengungkapkan ihwal kebahagiaan yang senantiasa terpancar, contohnya warna merah, hijau, sampai warna gading. Biasanya motif batik Garutan ialah cerminan dari kehidupan sosial dan budaya Suku Sunda, utamanya di daerah Garut, Jawa Barat.





23. Batik Celup





Keberagaman motif batik juga dilandasi alasannya adalah adanya banyak teknik yang digunakan dalam pembuatannya. Salah satu teknik pembuatan batik nusantara yaitu teknik celup atau yang disebut dengan tie dye.





Biasanya, motif batik modern yang dihasilkan dari teknik celup seperti ini mempunyai contoh geometris. Namun, motif ini tidak mempunyai garis tegas pemisah antara motif dan warna latar sehingga sekilas terlihat seperti motif psychedelic.





24. Batik Tambal





Sesuai dengan namanya, motif batik Tambal berarti menambal atau memperbaiki sesuatu yang sudah rusak. Di zaman dahulu, masyarakat Indonesia yakin, bahwa kain bermotif batik Tambal mampu membantu menyembuhkan orang yang sedang sakit.





Cara penggunaannya cukup gampang, yaitu dengan menyelimuti orang sakit tersebut menggunakan kain batik bermotif Tambal. Meski tidak bisa dibenarkan secara medis, namun sebagian besar masyarakat telah mengambarkan khasiatnya.





25. Batik Cuwiri





Di Indonesia ada banyak tradisi yang terus dilestarikan hingga dikala ini, salah satunya yaitu tradisi tujuh bulanan atau mitoni. Dalam tradisi ini, lazimnya ibu hamil akan dipakaian suatu kain batik. Nah, kain batik jenis cuwiri inilah yang sering dikenakan oleh para ibu hamil dalam tradisi mitoni.





Cuwiri memiliki arti kecil-kecil, hal itu nampak pada corak batik yang terlihat kecil-kecil. Motif batik yang berasal dari Solo dan Yogyakarta ini pewarnaannya menggunakan zat soda alam. Biasanya, motif cuwiri didominasi oleh pernak-pernik meru atau lengkungan yang ibarat gunung.





26. Batik Lasem





Nama kain batik ini diambil dari kawasan asalnya, ialah Lasem, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Tak sedikit orang yang meyakini Lasem selaku tempat pertama kali YANG mendapatkan kedatangan warga Tionghoa di Tanah Air pada zaman Laksamana Cheng Ho.





Jenis batik Lasem Rembang mampu dikatakan sungguh jauh berbeda dengan motif tempat pesisir lainnya. Alasannya sebab batik Lasem menggunakan warna-warna mencolok dengan perpaduan gaya yang selaras antara gaya Tiongkok dan Jawa.





Hal ini disebabkan alasannya adalah batik Lasem merupakan perpaduan dari hasil akulturasi dua budaya yang berlawanan. Meski demikian, batik ini cenderung didominasi dengan warna merah yang kental dengan nuansa kebudayaan China.





27. Batik Singa Barong





Batik Singa Barong berasal dari Cirebon, Jawa Barat yang memiliki makna berdasarkan nama sekaligus sejarah asal usulnya. Singa barong ialah jenis binatang mitologi atau ajaib. Dalam budaya Jawa dan Bali, kata barong bermakna aneh. Filosofi dari jenis batik ini ialah perwujudan dari simbol-simbol yang bersifat spiritual.





Sebagian besar tokoh Keraton Kasepuhan condong lebih memaknai burung garuda yang bersayap seperti bouraq sebagai lambang agama Islam dan gajah selaku lambang agama Hindu. Sementara naga adalah lambang agama Buddha atau budaya Cina dan Singa yaitu lambang agama Protestan atau budaya yang berasal dari Eropa Barat.





Cara Merawat dan Membersihkan Batik





Jika kita mempunyai baju atau kain batik dengan motif legendaris nan manis dan memesona, maka kita tidak boleh melalaikan beberapa langkah mudah untuk merawatnya. Sebab tanpa perlakuan tepat saat mencucinya, batik yang kita miliki bisa rusak.





Nah, berikut ini ada beberapa cara merawat dan membersihkan batik yang paling efektif semoga tidak merusaknya, ialah:





  • Cuci kain batik menggunakan tangan (hand washing). Hal ini penting dilakukan agar motif batik tersebut tidak mudah luntur.
  • Jangan mencuci batik dengan kain berbahan dasar lain dalam satu kawasan yang sama.
  • Hindari penggunaan produk detergen yang dapat menciptakan warna batik cepat pudar.
  • Jika memungkinkan, bersihkan batik dengan sabun dengan kandungan bahan kimia terendah.
  • Hindari memeras kain batik sesaat setelah dicuci.
  • Hindari penggunaan produk pewangi atau pelembut pakaian.
  • Jangan menjemur kain batik di bawah paparan sinar matahari secara pribadi.
  • Jangan setrika kain batik. Apabila kondisi kain terlalu kusut, maka beri lapisan sapu tangan apalagi dulu biar panas setrika tidak langsung menjamah kain batik yang tergolong sensitif.

Comments

Popular posts from this blog

Stay Cool in Style with the Iconic Aviator Nation Jacket - Your Ultimate Guide to this Season's Must-Have Outerwear.

Fly to Success with Atlantic Aviation TEB - Premium Services at Teterboro Airport

Experience Vintage-inspired Cool with Aviator Nation T Shirts - Your Ultimate Guide